Menurutnya, bantuan sosial seperti PKH dan sembako sifatnya hanya sementara. Pemerintah punya keinginan kuat mendorong masyarakat usia produktif untuk naik kelas. Caranya? Yaitu melalui program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Di penghujung sambutan, Gus Ipul menyampaikan apresiasi. Ia berterima kasih pada seluruh jajaran pemerintah daerah yang telah bekerja sama menjalankan beragam program sosial.
“Terima kasih para kepala dinas, lurah, camat, dan semua yang sudah bekerja sama,” pungkasnya.
Acara itu sendiri dihadiri langsung Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo dan Wakil Wali Kota Mokhamad Nawawi. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi antara pusat dan daerah, khususnya dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan dan pemberdayaan.
Rangkaian acara dibuka dengan penampilan menarik dari siswa Sekolah Rakyat. Ada aksi Polisi Cilik dari SRMP 28 Pasuruan, tari saman dari SRT 3, pertunjukan teater, sampai pidato berbahasa Inggris dan Arab. Kemeriahan semakin terasa saat paduan suara gabungan beberapa sekolah rakyat menyanyikan lagu-lagu pembangkit semangat.
Wali Kota Adi Wibowo, dalam sambutannya, menekankan soal pendataan. Menurutnya, data yang akurat sangat krusial agar bantuan pemerintah tepat sasaran. Ia berharap program dari pusat bisa terus dirasakan manfaatnya oleh warga Pasuruan.
“Ini wujud komitmen dan cita-cita kita semua. Semoga kolaborasi dapat terwujud dengan baik,” ujar Adi.
Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan prasasti Masjid KHAS Pasuruan oleh Gus Ipul dan Adi Wibowo. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penguatan fasilitas keagamaan sekaligus sosial bagi masyarakat sekitar.
Artikel Terkait
15 Warga Binaan Dipindahkan dari Rutan Palu ke Donggala Atasi Kepadatan
Presiden Prabowo Bantu Turunkan Podium Usai Quraish Shihab Panjatkan Doa Khusus di Istana
Material Proyek Gedung Sumbat Drainase, Jalan dan Rumah di Ciapus Bogor Kebanjiran
IRGC Klaim Luncurkan Serangan Rudal ke Fasilitas AS dan Israel, Sistem Pertahanan Israel Berupaya Mencegat