"Longsor tebingan terjadi di lahan milik Bapak Uhen di Katulampa. Material longsor mengenai 2 rumah di bawahnya dan merusak bagian dapur, ruang tamu dan kamar mandi," rinci Dimas.
Untuk lokasi di Cipaku, gambarnya lebih jelas. "Longsor dengan panjang longsoran 25 meter dan tinggi 8 meter. Dampaknya menutupi jalan setapak milik warga dan tembok pembatas. Roda dua tidak bisa dilalui," imbuhnya. Penyebabnya diduga kombinasi hujan deras dan drainase yang tak berfungsi optimal.
Sementara itu, di lokasi terpisah, tepatnya Kelurahan Tegalega, kejadiannya agak berbeda. Bukan longsor, melainkan pagar tembok pembatas rumah yang ambruk diterjang hujan. Puing-puingnya berhamburan di halaman.
Lurah Tegalega, Hardi Suhardiman, menegaskan situasi sudah lebih terkendali.
"Bukan longsor tapi pagar rumah roboh dan nggak ada korban. Sekarang sudah ditangani oleh ketua RT, RW, dan masyarakat. Nggak ada rumah yang terdampak atau rusak pasca kejadian," kata Hardi.
"Kondisi sekarang tinggal merapikan puing-puing oleh warga, pengurus RT, RW, dibantu teman-teman kelurahan tanggap bencana," pungkasnya.
Artikel Terkait
Iran Luncurkan Serangan Rudal ke Pangkalan AS dan Israel di Kawasan Teluk
Pemkot Jakpus Bongkar 31 Bangunan Liar di Belakang Plaza Indonesia Tanpa Relokasi
Kemensos dan Kementerian PPA Kolaborasi Percepat Pemulihan Korban Bencana Sumatera
Pria Tewas Tembak di Bintaro, Polisi Temukan Senjata Api Ilegal di TKP