- Periode 26 Maret pukul 00.00 WIB sampai 27 Maret pukul 24.00 WIB.
- Rute kebalikan: GT Sinaksak/Simpang Panei tujuan GT Pangkalan Brandan.
- Begitu pula dari GT Kisaran kembali ke GT Pangkalan Brandan.
Jadi, catat baik-baik tanggal-tanggal penting itu ya.
Lalu, Gimana Prediksi Keramaiannya?
Soal ramalan kepadatan arus mudik, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah memimpin rapat lintas kementerian buat mengantisipasinya. Menurutnya, puncak arus mudik tahun depan kemungkinan terjadi dua kali. Hal ini terkait kebijakan work from anywhere yang bakal diterapkan pemerintah.
Rapat koordinasi yang digelar di STIK-PTIK Lemdiklat Polri itu juga dihadiri sejumlah menteri, seperti Menko PMK Pratikno, Menag Nasaruddin Umar, hingga Mendag Budi Santoso. Tak ketinggalan, perwakilan dari BUMN seperti Pertamina dan Jasa Marga juga hadir.
“Prediksi puncak arus mudik gelombang pertama ini kemungkinan terjadi di tanggal 14-15 Maret,” ujar Sigit.
“Kemudian pemerintah melaksanakan WFH, biasanya antara tanggal 16 dan 17 Maret. Sementara prediksi puncak arus mudik kedua ada di tanggal 18-19 Maret.”
Dia juga mengingatkan bahwa periode itu berbarengan dengan Hari Raya Nyepi. Makanya, perlu pengaturan khusus untuk penyeberangan antara Jawa Timur dan Bali sebagai bentuk penghormatan.
Untuk arus balik, polisi memprediksi hal serupa: ada dua puncak. Yang pertama diperkirakan pada 24-25 Maret, lalu yang kedua menyusul pada 28-29 Maret 2026.
“Prediksi puncak arus balik kedua 28 sampai 29 Maret,” tambahnya.
Dengan semua informasi ini, semoga persiapan mudik kalian jadi lebih matang. Selamat jalan dan hati-hati di jalan!
Artikel Terkait
Mikrotrans Transjakarta Terbalik di Lebak Bulus, Tiga Penumpang Sempat Dirawat
Anggota DPR Dukung Program Makan Bergizi Gratis untuk Tekan Stunting dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Pemerintah Klaim Kesiapan Penuh Transportasi dan Infrastruktur Jelang Mudik Lebaran
Rustini Kunjungi Korban Tanah Bergerak di Tegal, Huntara Jadi Prioritas