Tak cuma soal diplomasi, kemandirian nasional jadi fokus lain. Pemerintah berupaya keras mewujudkan swasembada pangan dan energi. Tapi Sigit mengingatkan, target ambisius itu mustahil tercapai kalau sendiri. Butuh kekompakan.
“Ini terus digelorakan sehingga kita bisa berdiri di atas kaki sendiri. Dan untuk bisa melakukan ini semua tentunya butuh kekompakan. butuh persatuan, butuh kebersamaan dari seluruh elemen bangsa,” katanya.
Sebenarnya, sejarah sudah membuktikan. Semangat persatuan, menurut Sigit, pernah menyelamatkan Indonesia dari krisis besar. Ambil contoh pandemi Covid-19 beberapa tahun silam. Saat itu keadaan benar-benar sulit.
“Kita pernah menghadapi situasi sulit. Beberapa tahun yang lalu, kita menghadapi situasi Covid. Indonesia sempat terpuruk, kondisi ekonominya kita pernah minus. Namun dengan semangat bersama kita bersatu menghadapi itu ekonomi kita bisa tumbuh kembali,” kenang Kapolri.
Pesan intinya jelas. Untuk menghadapi gelombang ketidakpastian global dan membangun kemandirian, jalan satu-satunya adalah bersatu. Seperti kata pepatah, bersatu kita teguh.
Artikel Terkait
Rustini Kunjungi Korban Tanah Bergerak di Tegal, Huntara Jadi Prioritas
Bareskrim Usut Dugaan Pelecehan Seksual Mantan Pelatih Panjat Tebing terhadap Atlet Putri
Dukcapil Luncurkan Tanda Tangan Digital QR Code untuk Dokumen Kependudukan
Neng Eem Ajak Warga Jeda dan Perkuat Ikatan Sosial di Ramadan