Malatya sendiri bukan lokasi sembarangan. Kota di wilayah tengah Turki ini adalah rumah bagi pangkalan udara Kurecik fasilitas vital yang dijaga pasukan Amerika Serikat. Di sinilah NATO menempatkan sistem radar peringatan dini canggihnya, yang kemampuannya mendeteksi peluncuran rudal dari Iran sudah bukan rahasia lagi.
Keberadaan radar itu sendiri kerap jadi sumber ketegangan. Meski Ankara dengan keras membantah data dari radar tersebut pernah digunakan untuk membantu Israel, fakta bahwa ia ada di sana sudah cukup membuat Teheran merasa was-was.
Insiden yang memicu eskalasi ini beruntun. Sebelum rudal kedua dicegat, pada 4 Maret lalu, pertahanan udara NATO sudah lebih dulu menembak jatuh sebuah rudal Iran di langit Turki. Kala itu, militer Iran membantah keras bahwa mereka menargetkan Ankara.
Namun begitu, terdeteksinya peluncuran rudal kedua itu rupanya jadi pemicu bagi Amerika Serikat untuk bertindak. Mereka segera menutup konsulatnya di Adana, kota di Turki selatan, dan mengeluarkan imbauan mendesak. Semua warga negara AS didesak untuk segera meninggalkan wilayah tenggara Turki, menandakan situasi yang dinilai semakin berisiko.
Artikel Terkait
Jessica Mila Ungkap Pesan Terakhir Vidi Aldiano yang Tak Pernah Dibalas
Setara Institute: Kekerasan Beragama Turun, Tapi Pola Baru dan Peran Warga Dominan
Kecelakaan Beruntun 7 Kendaraan Picu Macet Panjang di Tol JORR
Pengemudi Truk Lompat Keluar Saat Menghindari Lubang di JORR, Lalu Lintas Terganggu