Nadiem Jelaskan Awal Mula Pendirian Gojek di Sidang Korupsi Chromebook

- Selasa, 10 Maret 2026 | 13:00 WIB
Nadiem Jelaskan Awal Mula Pendirian Gojek di Sidang Korupsi Chromebook

Jaksa kemudian mendalami struktur kepemilikan saham. Nadiem mengakui pernah memegang sekitar 20,5% saham di PT AKAB. Pembahasan juga menyentuh pemegang saham minoritas lain, termasuk bekas ipar Nadiem, Anthony Charles, dan seorang rekan bernama Michael Angelo F. Morgan, yang masing-masing kepemilikannya di bawah 5%.

Lalu, apa hubungannya semua ini dengan sidang korupsi? Transisi itu terjadi ketika jaksa menanyakan alasan Nadiem hengkang dari kursi direksi Gojek.

"Apa alasan Saudara mengundurkan diri?" tanya jaksa.

"Saya mengundurkan diri karena saya menjadi menteri, Pak," jawab Nadiem lugas. Keputusannya mundur tercatat pada 20 Oktober 2019, tak lama setelah ia dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. "Dan itu memang motivasi terbesar saya menerima posisi itu: untuk membantu mencerdaskan bangsa," tambahnya, menyambung kembali benang merah ke kasus yang sedang diadili.

Perlu diingat, Nadiem sendiri adalah terdakwa dalam perkara yang sama, meski diadili dengan berkas terpisah.

Di sisi lain, dakwaan terhadap tiga terdakwa utama cukup berat. Jaksa Roy Riady dalam sidang sebelumnya, Selasa (16/12), menyebut kerugian negara mencapai Rp 2,1 triliun. Angka fantastis itu berasal dari dua hal. Pertama, kemahalan harga laptop Chromebook yang mencapai Rp 1,56 triliun. Kedua, pengadaan perangkat lunak Chrome Device Management (CDM) yang dinilai tidak diperlukan dan tidak bermanfaat, senilai sekitar Rp 621 miliar.

Sidang pun berlanjut dengan pemeriksaan lebih mendalam, meninggalkan penjelasan Nadiem tentang awal bisnisnya yang penuh liku sebagai sebuah kilas balik di tengah persidangan yang serius.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar