Selain dua gempa itu, masih ada belasan gempa kecil lainnya yang terekam. Kekuatannya beragam, mulai dari magnitudo 2,2 sampai 3,1. Sepertinya bumi kita sedang tak terlalu stabil pagi itu.
Fenomena seperti ini sebenarnya bukan hal yang aneh bagi Indonesia. Kita hidup di atas "Cincin Api Pasifik", sabuk raksasa yang membentang mengelilingi Samudra Pasifik. Zona ini terkenal ganas, dipenuhi gunung berapi aktif dan pusat-pusat gempa bumi.
Penyebab utamanya sederhana namun dahsyat: pertemuan beberapa lempeng tektonik raksasa. Lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik saling bertumbukan dan mendorong di sini. Interaksi yang tak pernah berhenti ini memicu aktivitas subduksi dan pergerakan sesar aktif, yang ujung-ujungnya sering kita rasakan sebagai gempa. Itulah risiko tinggal di tanah yang begitu dinamis.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Siap Berikan Taklimat Nasional Soal Dampak Krisis Global
Trump Kritik Penunjukan Putra Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
Analisis Video dan Pakar: Rudal Tomahawk AS Diduga Hantam Sekolah Dasar di Iran, 110 Anak Tewas
Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila Diperiksa KPK Lagi Terkait Kasus Rita Widyasari