Longsor Sampah di Bantargebang Tewaskan 6 Orang

- Senin, 09 Maret 2026 | 22:15 WIB
Longsor Sampah di Bantargebang Tewaskan 6 Orang

Suara gemuruh dan teriakan panik tiba-tiba memecah kesibukan Minggu siang di Bantargebang. Gunungan sampah raksasa di TPST Zona 4C itu ambrol, menimbun segalanya di bawahnya. Enam orang meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi sekitar pukul dua siang tadi.

Lokasi persisnya di Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Tumpukan sampah yang longsor itu bukan main-main dampaknya. Akses jalan tertutup total, sebuah warung kopi ludes tertimbun, bersama beberapa truk sampah yang kebetulan sedang beroperasi di sana. Suasana langsung berubah jadi chaos.

Menurut sejumlah saksi, awal mula kejadian diketahui oleh seorang petugas keamanan. Ia baru saja beristirahat di warung kopi itu, lalu melanjutkan ronda. Tak lama, teriakan warga soal longsoran sampah membuatnya berbalik arah. Apa yang dilihatnya sungguh mengerikan: gunungan itu runtuh seketika, menghantam apa saja yang dilintasinya.

“Informasi langsung kami sebar lewat grup komunikasi. Semua petugas langsung bergerak ke lokasi,” jelas seorang sumber di lokasi.

Polsek Bantargebang yang dapat laporan pun sigap. Anggota piket langsung meluncur ke TKP. Tugas pertama: pengecekan, pendataan korban, dan tentu saja bantu evakuasi. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung. Ekskavator dikerahkan untuk mengangkat puing-puing sampah yang begitu masif.

Upaya evakuasi ini melibatkan banyak pihak. Nyaris semua elemen terkait turun tangan. Mulai dari TNI-Polri, BPBD Kota Bekasi dan DKI, Basarnas, sampai Dinas Lingkungan Hidup. Damkar, PMI, relawan, serta aparat kecamatan dan kelurahan juga tak ketinggalan. Mereka bahu-membahu dalam kondisi yang sulit dan berisiko.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, bersama Wakapolda Brigjen Dekananto Eko Purwono, memastikan diri hadir langsung. Mereka meninjau proses evakuasi dari dekat, memberi arahan agar fokus tim tetap pada pencarian korban yang mungkin masih tertimbun.

“Yang utama sekarang adalah menyelamatkan korban,” tegas Asep di sela-sela pemantauan.

Di sisi lain, kerugian materi masih dalam tahap pendataan. Belum ada angka pastinya. Sementara itu, penyelidikan polisi untuk mengungkap penyebab pasti longsoran juga terus digulirkan. Bantargebang, sekali lagi, menyimpan duka yang dalam.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar