"Korban meninggal berinisial S (60) pedagang kopi, EW (26) pemulung, lalu DS (22) dan IS (40) yang keduanya sopir truk," jelas Kusumo.
Di tengah duka, ada sedikit kabar baik. Dua sopir truk lainnya, berinisial J dan R, berhasil selamat dari terjangan timbunan itu.
Menurut sejumlah saksi, bencana terjadi sekitar pukul dua siang. Seorang petugas keamanan yang baru saja meninggalkan warung kopi mendengar teriakan panik. Dia lantas menyaksikan sendiri gunungan itu runtuh, menutup jalan dan menghantam warung serta beberapa truk yang sedang parkir. Informasi pun langsung menyebar lewat grup percakapan, memicu upaya pertolongan segera.
Polisi yang dapat laporan langsung bergerak. Mereka menuju TKP untuk mengecek, mendata, dan membantu evakuasi. Sampai sekarang, pencarian masih terus dilakukan. Ekskavator dikerahkan untuk mengangkat puing-puing sampah yang begitu masif.
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dan Wakapolda Dekananto Eko Purwono juga turun langsung. Mereka meninjau proses evakuasi sambil memberi arahan agar tim gabungan fokus mencari korban yang masih tertimbun. Di sisi lain, kerugian materi masih dihitung. Penyebab pasti longsoran sampah ini pun masih diselidiki lebih lanjut oleh pihak berwajib.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob Saat Mudik Lebaran 2026
Lebih dari 3.000 Huntara di Aceh Timur Sudah Dihuni, Pembangunan Sisanya Dikebut
Oknum Anggota DPRD Kota Serang Dilaporkan Lakukan Pelecehan Seksual di Pandeglang
Enam Tewas dalam Kebakaran Bus di Swiss, Polisi Duga Aksi Sengaja