Nah, soal sanksi, Yunus membuka peluang lebar-lebar. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Komite Disiplin PSSI untuk mengambil keputusan. "Mengapa hal-hal ini dilakukan dan terulang-ulang? Tentu ini juga menjadi bahan dari komite disiplin. Dan PSSI menyerahkan semuanya kepada komdis. Apapun keputusannya, semua pihak harus menerimanya," ucapnya lagi. Nada suaranya terdengar lelah, tapi tegas.
Lebih jauh, Yunus punya harapan besar kepada manajemen klub. Ia meminta agar klub-klub di Super League proaktif memberikan pemahaman kepada suporter. Pesannya jelas: jangan lagi ada tindakan anarkis yang merusak.
Kini, bola ada di pengadilan Komdis. Sementara itu, publik sepak bola nasional hanya bisa menunggu dan berharap. Harapan agar kejadian memilukan di Ternate itu benar-benar menjadi yang terakhir.
Artikel Terkait
Longsor Brebes Putus Jalan dan Robohkan Sekolah, Pemerintah Provinsi Turun Tangan
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob Saat Mudik Lebaran 2026
Lebih dari 3.000 Huntara di Aceh Timur Sudah Dihuni, Pembangunan Sisanya Dikebut
Oknum Anggota DPRD Kota Serang Dilaporkan Lakukan Pelecehan Seksual di Pandeglang