Informasi pun segera menyebar lewat grup komunikasi. Dalam waktu singkat, anggota polsek yang dapat laporan langsung bergegas ke TKP. Mereka mulai mengecek, mendata, dan berusaha mengevakuasi. Sampai sekarang, pencarian masih terus dilakukan pakai ekskavator. Masih ada kemungkinan korban lain yang tertimbun.
Proses evakuasi ini melibatkan banyak pihak. TNI-Polri, BPBD dari Bekasi dan Jakarta, Basarnas, Damkar, PMI, sampai relawan dan aparat setempat semua turun tangan. Kerja sama mereka dibutuhkan untuk menguras tumpukan sampah yang begitu besar.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri dan Wakapolda Dekananto Eko Purwono juga datang langsung. Mereka meninjau lokasi, memastikan proses pencarian berjalan maksimal.
"Fokus kita sekarang adalah menemukan korban yang mungkin masih ada di dalam," begitu kira-kira arahan mereka kepada personel gabungan di lapangan.
Sementara itu, kerugian materi masih dihitung. Polisi juga masih menyelidiki apa yang sebenarnya memicu longsoran mematikan di tempat pembuangan akhir terbesar itu. Bantargebang sekali lagi menunjukkan betapa rentannya kita berhadapan dengan persoalan sampah yang tak kunjung usai.
Artikel Terkait
Brimob Polda Metro Jaya Gelar Sertifikasi Kompetensi Personel PHH dan Operator Kendaraan Taktis
KPK Dalami Aliran Dana Bulanan dari Korporasi ke Ketum Pemuda Pancasila
Alumni Janabadra Manfaatkan Ramadan untuk Reuni dan Rencanakan Kontribusi ke Almamater
Presiden Klaim Danantara Masuk Jajaran Sovereign Wealth Fund Terbesar Dunia