Gunungan sampah tiba-tiba ambruk di TPST Bantargebang, Bekasi. Kejadian yang memilukan ini langsung memakan korban. Longsor itu tak hanya menimpa antrean truk pengangkut, tapi juga warga yang kebetulan ada di sekitar lokasi.
Suasana mencekam langsung menyelimuti area itu. Menurut sejumlah saksi, tumpukan sampah yang tinggi itu runtuh begitu saja. Tak butuh waktu lama, tim gabungan pun bergegas diterjunkan.
Personel Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya adalah yang pertama dikerahkan. Mereka langsung turun tangan, melakukan penyisiran di area longsoran yang kacau balau. Tugasnya jelas: mengevakuasi korban dan mengamankan lokasi agar proses pencarian bisa berjalan.
Tak cuma itu, mereka juga jadi bagian dari operasi SAR. Berpacu dengan waktu, mereka berusaha menemukan siapa saja yang masih mungkin tertimbun di bawah tumpukan material sampah yang begitu pekat.
Dansat Brimob, Kombes Henik Maryanto, turun langsung ke lokasi. Ia datang bersama Kapolda Metro Jaya dan pejabat utama lainnya untuk memantau proses evakuasi dari dekat.
"Kami mengerahkan personel untuk membantu evakuasi bersama unsur SAR dan instansi terkait agar proses penanganan berjalan aman dan tertib," ujar Henik.
Data sementara yang berhasil dihimpun korban terdampak sekitar sepuluh orang. Mereka adalah para sopir truk dan warga sekitar. Beberapa berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sayangnya ada juga yang ditemukan sudah tak bernyawa. Pencarian masih terus dilakukan, siapa tahu masih ada yang tertinggal.
Hingga Minggu malam, kerja keras tim gabungan belum juga berhenti. Personel Brimob, Basarnas, BPBD, dan relawan masih terus menyisir lokasi. Tim SAR Brimob bahkan ditambah kekuatannya. Pencarian difokuskan di area longsoran zona 4 TPA Bantargebang itu.
Peristiwa ini terjadi pada sore hari, tepatnya pukul 15.29 WIB. Saat itu, lokasi memang ramai oleh aktivitas truk dan orang-orang.
Melalui keterangan tertulis, Desiana Kartika Bahari mengonfirmasi kabar duka ini.
"Telah terjadi longsor di zona 4 TPA Bantargebang pada tw 0308 1529 G dan sudah ditemukan 3 korban jiwa," katanya.
Tiga nyawa melayang. Itulah fakta pahit yang harus diterima dari bencana longsor sampah di Bantargebang hari itu.
Artikel Terkait
Polisi Gagalkan Penyelundupan 1,9 Ton Sianida dari Filipina di Gorontalo Utara
Peringati Hari Transportasi Nasional, Seluruh Moda Transportasi Umum di Jakarta Gratis
Hotel Borobudur Jakarta Luncurkan Program Rempah dan Budaya Ternate-Tidore Sambut Hari Bumi dan Waisak 2026
Polri Musnahkan Barang Bukti Narkoba Senilai Rp149 Miliar, Selamatkan 333.280 Jiwa