Jaringan pencuri motor asal Lampung kembali digulung polisi. Kali ini, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Batuceper, Kota Tangerang, berhasil menangkap satu dari dua pelaku yang sedang beraksi. Pelaku berinisial O (27) itu diamankan saat hendak kabur membawa motor hasil curiannya.
Kejadiannya Jumat dini hari, sekitar pukul empat pagi, di kawasan Poris Jaya, Batuceper. Suasana sepi itu tiba-tiba ricuh oleh kejaran polisi.
Kapolsek Batuceper, Kompol Gunawan, membeberkan kronologinya. Awalnya, timnya sedang patroli mobile menyelidiki sejumlah laporan curanmor di wilayah tersebut. Lalu, ada informasi dari warga tentang dua orang berperilaku mencurigakan dan terlihat asing.
“Anggota mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya dua orang yang mencurigakan dan bukan warga setempat. Tim kemudian menuju lokasi dan mendapati salah satu pelaku keluar dari gang dengan mengendarai sepeda motor,” ujar Gunawan.
Tanpa buang waktu, pengejaran pun dilakukan. O akhirnya berhasil dihentikan. Saat digeledah, ia mengaku motor yang ditungganginya baru saja dicuri dari sebuah kontrakan di dekat lokasi. Sayangnya, rekannya yang berperan sebagai pemetik, seorang bernama R, sempat melarikan diri. Hingga kini, R masuk dalam daftar pencarian orang.
Yang mencengangkan, dari pengakuan O, ini bukan kali pertama. Jaringan ini ternyata sudah cukup aktif beroperasi.
“Dari pengakuan pelaku, mereka sudah melakukan pencurian sepeda motor sebanyak sembilan kali di sejumlah wilayah seperti Cipondoh, Serpong, Curug, Cikupa, Balaraja hingga Cengkareng,” jelas Gunawan.
Modusnya terbilang rapi. Motor-motor hasil curian itu rencananya akan dikirim ke Tanggamus, Lampung. Pengirimannya memakai kendaraan travel jenis pikap yang biasa mangkal di Cikupa.
Polisi sempat mendatangi kontrakan yang diduga dipakai pelaku lain di Cikupa. Namun, tempat itu sudah kosong tinggal puing. Hanya tersisa beberapa barang seperti helm dan sebuah mesin gerinda diduga kuat untuk membuat kunci palsu.
Saat ini, O dan barang bukti diamankan di Polsek Batuceper untuk penyidikan lebih lanjut. Pengembangan untuk menangkap anggota jaringan lainnya masih terus dilakukan.
Barang bukti yang berhasil diamankan cukup lengkap: satu unit motor Honda Beat Street, kunci letter T, anak kunci palsu, sebilah pisau dapur, plus alat modifikasi kunci untuk membobol kendaraan.
Menyikapi hal ini, Kapolres Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada. Penggunaan kunci pengaman tambahan sangat disarankan.
“Peran aktif masyarakat sangat membantu kami dalam mencegah dan mengungkap tindak kejahatan. Segera laporkan jika melihat aktivitas mencurigakan, dapat lapor langsung ke Polres atau Polsek terdekat atau melalui layanan call center kami di 110 layanan bebas pulsa,” ujarnya.
Pelaku mungkin tertangkap, tapi jejaringnya masih berkeliaran. Kewaspadaan tetap jadi senjata utama.
Artikel Terkait
HKI: KEK di Pulau Jawa Jadi Instrumen Strategis Percepat Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
Gencatan Senjata Israel-Lebanon Diperpanjang Tiga Pekan, Namun Serangan di Lapangan Tewaskan Lima Orang Termasuk Jurnalis
Polisi Gagalkan Penyelundupan 1,9 Ton Sianida dari Filipina di Gorontalo Utara
Peringati Hari Transportasi Nasional, Seluruh Moda Transportasi Umum di Jakarta Gratis