Gekrafs Luncurkan Delapan Program Unggulan Asta Karya untuk Perkuat Ekosistem Kreatif

- Minggu, 08 Maret 2026 | 20:45 WIB
Gekrafs Luncurkan Delapan Program Unggulan Asta Karya untuk Perkuat Ekosistem Kreatif

Menariknya, Kawendra justru melihat kondisi global yang penuh gejolak sebagai sebuah peluang. Menurutnya, situasi sulit justru bisa memantik kreativitas.

"Situasi global seperti sekarang justru menjadi ruang yang menarik bagi para pejuang ekonomi kreatif," katanya. "Kreativitas kita akan terpancing untuk mencari solusi terbaik menghadapi berbagai tantangan."

Selain program Asta Karya, Gekrafs juga punya agenda tahunan bernama High Rapnas yang rencananya digelar sepanjang Oktober nanti. Sementara itu, dari sisi keorganisasian, penguatan struktur jadi fokus lain.

Ketua Panitia Rakernas, Tommy William Tampubolon, menyebutkan bahwa penguatan kepengurusan di dalam negeri dan perluasan jaringan luar negeri terus digenjot. "Tahun ini kami juga berencana kembali mengukuhkan beberapa Dewan Perwakilan Luar Negeri di sejumlah negara," jelas Tommy.

Jaringan Gekrafs saat ini sudah mencakup seluruh provinsi dan hampir 300 kabupaten/kota. Untuk perwakilan luar negeri, sudah ada di sekitar 12 negara dan akan diperluas lagi ke beberapa negara seperti Rusia dan Tiongkok.

Apa Saja Isi Asta Karya?

Kedelapan program unggulan yang dicanangkan itu punya nama-nama yang cukup teknis, tapi intinya adalah dukungan menyeluruh. Berikut rinciannya:

  1. CEFA: Akses pembiayaan bagi pelaku kreatif berbasis kekayaan intelektual.
  2. DIPPLE: Program perlindungan dan pengelolaan hak kekayaan intelektual.
  3. GANDI: Diplomasi gastronomi untuk promosi kuliner Indonesia ke dunia.
  4. YOTEM: Pemberdayaan talenta muda, termasuk kelompok difabel.
  5. ARTPAY: Peningkatan kesejahteraan dan standar apresiasi bagi pekerja seni.
  6. DIMAP: Literasi untuk masuk ke pasar digital.
  7. RECHUB: Mengubah sekretariat daerah jadi pusat kolaborasi kreatif.
  8. GLOBE: Penguatan jejaring global dengan diaspora Indonesia.

Menyoroti hal ini, Ketua Dewan Pembina Gekrafs, Sandiaga Uno, kembali menegaskan visi besar mereka. "Gekrafs didirikan dengan semangat menjadikan ekonomi kreatif sebagai masa depan ekonomi Indonesia," ujarnya.

Rakernas ini, menurutnya, adalah momentum untuk mempercepat karya dan inovasi. Ekonomi kreatif harus bisa menjangkau anak muda dengan produk berkualitas global, tapi harganya terjangkau dan tetap berakar pada kearifan lokal.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar