Data tinggi muka air (TMA) sungai-sungai di Jakarta membenarkan kekhawatiran itu. Sejak Sabtu sore, grafiknya terus merangkak naik.
Kali Ciliwung, misalnya, statusnya sempat 'Waspada' di Pintu Air Manggarai dengan ketinggian lebih dari 750 cm dini hari tadi. Hampir menyentuh status 'Siaga' pada pukul 07.00 pagi, sebelum akhirnya surut dan normal kembali sekitar pukul 13.00.
Aliran lain kondisinya lebih mencemaskan. Di hulu Kali Angke, TMA terus merangkak: 200 cm (Waspada) pada sore hari, naik jadi 250 cm (Siaga) di malam hari, dan bahkan menyentuh level 'Bahaya' dengan ketinggian lebih dari 300 cm pada Minggu dini hari. Puncaknya, sempat mencapai 400 cm pagi harinya.
Cerita serupa terulang di Cengkareng Drain. Statusnya sudah 'Waspada' sejak Sabtu siang, lalu 'Siaga' pada sore harinya, dan akhirnya 'Bahaya' di angka 314 cm ketika hari berganti. Puncak kenaikan terjadi Minggu pagi, mencapai 380 cm.
Sementara itu, di hulu Kali Sunter, kenaikan signifikan terpantau mulai Minggu dini hari. Levelnya melesat dari 'Waspada' ke 'Siaga', lalu ke 'Bahaya' dengan ketinggian 250 cm antara pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari. Air baru mulai surut sekitar pukul 08.00 pagi.
Jadi, meski pompa telah bekerja keras sejak semalam, tekanan dari sungai-sungai yang meluap ini jelas menjadi faktor penentu yang berat bagi penanganan banjir kali ini.
Artikel Terkait
Kapolres dan Wabup Rohil Pastikan Stok BBM dan Elpiji 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026
Tiga Anak Tewas Terbakar di Sorong, Diduga Dipicu Main Korek Api
Longsor Brebes Putus Jalan dan Robohkan Sekolah, Pemerintah Provinsi Turun Tangan
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob Saat Mudik Lebaran 2026