Saat Februari itu, keadaan sudah tak biasa. Pintu pagar terkunci gembok dari luar. Mereka terpaksa membukanya paksa. Begitu masuk, pintu rumah justru tak terkunci. Isi rumah berantakan, ada tumpukan pakaian berserakan di lantai. Tapi waktu itu, mereka tak mencium bau mencurigakan apa pun. Karena itu, mereka tak lanjut membersihkan bagian dalam, hanya pekarangan saja. Lalu mereka pergi, mengganti gembok pagar dengan yang baru.
Barulah pada Jumat (6/3) malam sekitar pukul 23.00 WIB, mereka kembali dan tidur di ruang tengah. Rencananya, esok hari mereka akan membereskan bagian dalam rumah.
Sabtu pagi, sekitar pukul sembilan, mereka mulai bekerja. R membersihkan kamar. Saat ia berusaha merapikan tumpukan pakaian yang terlihat sejak kunjungan sebelumnya, ia berniat memasukkannya ke dalam kantung plastik. Ia menyingkap karpet yang menutupi tumpukan itu.
Dan di situlah kengerian itu muncul.
"Tiba-tiba saksi R melihat sepasang kaki manusia," jelas Chairul, menggambarkan temuan itu. Kondisinya sudah mengering, tinggal tulang saja yang tersisa.
Panik, R dan L langsung melapor ke Ketua RT. Informasi kemudian disampaikan ke Polsek Cinere. Sampai saat ini, penyelidikan masih terus digelar untuk mengungkap misteri di balik kematian DH yang menyedihkan itu.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob Saat Mudik Lebaran 2026
Lebih dari 3.000 Huntara di Aceh Timur Sudah Dihuni, Pembangunan Sisanya Dikebut
Oknum Anggota DPRD Kota Serang Dilaporkan Lakukan Pelecehan Seksual di Pandeglang
Enam Tewas dalam Kebakaran Bus di Swiss, Polisi Duga Aksi Sengaja