Polri Salurkan Alsintan dan Bibit untuk 215 Petani Cikarang

- Minggu, 08 Maret 2026 | 02:40 WIB
Polri Salurkan Alsintan dan Bibit untuk 215 Petani Cikarang

"Dukungan fisik ini merupakan bagian kecil dari ekosistem besar yang sedang dibangun bersama. Terpenting, keterlibatan banyak pihak dalam memastikan alat-alat tersebut memberikan dampak ekonomi nyata bagi rumah tangga bapak dan ibu petani,"

Peran Polri, tegasnya, adalah sebagai fasilitator. Mereka ingin mendorong penguatan ekosistem produksi pangan dari hulu ke hilir. Dalam pandangannya, petani adalah ujung tombak negara untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan dan mandiri.

Sebelumnya, Dedi sudah membeberkan target ambisius. Pada kuartal I tahun ini saja, penanaman jagung secara nasional ditargetkan mencapai lebih dari 100 ribu hektare. Angka tahun lalu pun tak main-main: Polri berhasil menanam jagung seluas 661 ribu hektare dari target nasional 1 juta hektare.

"Pada 2026, kekurangan dari target 1 juta hektare tersebut akan terus kita upayakan terpenuhi," ujarnya penuh keyakinan.

Kalau target itu tercapai, potensi produksi jagung nasional bisa melesat. Bahkan diperkirakan mampu mencapai atau melampaui angka 4 juta ton. Sebuah jumlah yang fantastis.

Di sisi lain, program ini tidak hanya fokus pada jagung. Lahan yang dikelola juga dimanfaatkan untuk tanaman lain. Tujuannya jelas: mendukung ekosistem rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk memperluas cakupan, Polri pun menggandeng banyak pihak. Mulai dari perusahaan perkebunan, PTPN, Kementerian Kehutanan lewat program hutan sosial, hingga sektor swasta.

Kerja sama dengan perbankan juga tak dilupakan. Polri bekerja sama dengan Bank Himbara untuk mempermudah akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi kelompok tani. Dukungan permodalan melalui koperasi internal Polri tetap berjalan, guna membantu segala kebutuhan dari bibit, pupuk, hingga mesin pertanian.

Semua langkah ini, pada akhirnya, bermuara pada satu harapan: kesejahteraan petani yang lebih baik dan ketahanan pangan yang lebih kuat. Hari itu di Cikarang, harapan itu terasa sedikit lebih dekat.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar