Di sisi lain, Ketua PKK Kabupaten Tapin, Faridah, melihat persoalan ini dari sudut yang lebih luas. Menurutnya, dampak pernikahan usia anak itu kompleks dan berat.
Nah, melalui kampanye seperti ini, ada harapan besar agar generasi muda menunda pernikahan. Pemerintah punya patokan usia ideal: minimal 25 tahun untuk laki-laki dan 21 tahun untuk perempuan. Usia yang dianggap lebih siap, baik secara mental, fisik, maupun finansial.
Langkah di Tapin ini patut diapresiasi. Mengajak remaja berbicara langsung, di tengah suasana santai, mungkin lebih efektif daripada sekadar seminar formal. Yang jelas, perjalanan masih panjang. Tapi setidaknya, sudah ada titik terang.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Ajax Amsterdam Tumbang 1-3 dari Groningen, Marten Paes Kebobolan Tiga Kali
Polisi Tenjo Antar Keluarga Korban Mogok Pulang di Tengah Malam
Gempa M 4,8 Guncang Lebong, Dirasakan hingga Kota Bengkulu
Persib Bidik Hat-trick Gelar Juara BRI Liga 1 di Tengah Persaingan Ketat