Dia juga mengingatkan soal bahaya preseden yang diciptakan Washington. "Menyerang infrastruktur Iran adalah langkah berbahaya dengan konsekuensi serius. AS yang menetapkan preseden ini, bukan Iran," imbuh Araghchi, menegaskan posisi Tehran.
Iran jelas tak mau tinggal diam. Balasan datang tak lama kemudian, dan sasarannya adalah pangkalan militer AS di Bahrain. Situasi di sana langsung mencekam. Kementerian Dalam Negeri Bahrain melaporkan sirene serangan udara berbunyi, mendesak warganya untuk tetap tenang dan segera mencari tempat perlindungan.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim tanggung jawab atas serangan balasan ini. Mereka menyatakan telah menembakkan rudal baik yang berbahan bakar padat maupun cair ke arah pangkalan AS di kawasan Juffair, Bahrain.
Artikel Terkait
Arab Saudi Peringatkan Iran untuk Tidak Gegabah Serang AS dan Israel
Tissa Biani Kenang Vidi Aldiano sebagai Sosok Ceria dan Baik Hati
Jadwal Imsak dan Salat Hari Ini di Jakarta: Imsak Pukul 04.33 WIB
Gempa M5.7 Guncang Lebong Bengkulu, Dirasakan hingga Skala IV MMI