Hasilnya? Sebanyak 36 perempuan dan remaja perempuan akhirnya bisa mengembangkan usaha produktif bersama. Dari sisi angka, Sekolah Anak Percaya Diri catat peningkatan pendapatan Rp51 juta. Sementara Kelompok Srikandi berhasil kumpulkan Rp86 juta dari aneka aktivitas produktif.
Wahida Rahman, salah satu orang tua murid, merasakan betul perubahan pada anaknya.
“Dulu anak saya pendiam banget, tertutup. Sekarang dia lebih kreatif dan sopan ke orang tua,” cerita Wahida.
“Semoga program kayak gini terus jalan, dengan pembelajaran yang makin bagus kualitasnya.”
Dari Kebun Urban Sampai Layanan Kesehatan Keliling
Selain Puanmakari, masih ada lagi program lain yang patut disimak. Di Kampung Atas Air, Balikpapan, Kalimantan Timur, Refinery Unit V mengusung program Rawabening. Singkatnya, Rain Water Harvesting and Urban Farming.
Intinya, perempuan didorong untuk berkebun secara urban atau urban farming. Uniknya, sistem hidroponik yang dipakai memanfaatkan air hujan sebagai sumber utamanya.
Di sisi lain, dukungan untuk kesehatan perempuan juga tak dilupakan. Lewat PT Pertamina International Shipping, dihadirkan Rumah Sakit Kapal di Waigeo Utara, Raja Ampat. Wilayah kepulauan yang akses kesehatan nya terbatas ini akhirnya mendapat layanan yang sangat dibutuhkan.
Roberth menegaskan komitmen perusahaan ini akan terus berlanjut.
“Melalui berbagai inisiatif ini, komitmen kami tetap sama: menghadirkan program TJSL yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Roberth.
“Semua ini sejalan dengan upaya mendorong kemandirian perempuan dan menguatkan ketahanan masyarakat di seluruh wilayah binaan Indonesia.”
Artikel Terkait
Gempa M5.7 Guncang Lebong Bengkulu, Dirasakan hingga Skala IV MMI
Hujan Deras Rendam Beberapa Ruas Tol Jakarta-Tangerang, Arus Lalu Lintas Terganggu
Polri Salurkan Alsintan dan Bibit untuk 215 Petani Cikarang
Ajax Amsterdam Tumbang 1-3 dari Groningen di Eredivisie