Intelijen AS: Rusia Diduga Beri Data Sensitif ke Iran untuk Incar Aset Militer AS di Timur Tengah

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 12:15 WIB
Intelijen AS: Rusia Diduga Beri Data Sensitif ke Iran untuk Incar Aset Militer AS di Timur Tengah

“Rakyat Amerika dapat yakin bahwa panglima tertinggi mereka mengetahui siapa yang berbicara dengan siapa,”

katanya.

Kremlin Bungkam

Di Moskow, Kremlin menolak berkomentar rinci. Juru bicara Dmitry Peskov menyatakan Iran tak pernah minta bantuan militer dari Rusia.

“Kami berdialog dengan pihak Iran dan akan terus melanjutkan dialog tersebut,”

ujar Peskov.

Ketika ditanya lebih lanjut soal bantuan militer atau intelijen sejak perang mulai, dia tak mau menjawab. Sikapnya itu cuma menambah tanda tanya.

Laporan ini muncul di saat ketegangan kian memanas. Kekhawatiran banyak pihak, konflik antara Iran dengan AS dan Israel ini bisa merembet, berubah jadi konfrontasi geopolitik yang lebih besar dan melibatkan kekuatan-kekuatan global.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar