Amukan pun tak terbendung. Andi yang marah besar lantas memukul kaca lemari hingga berhamburan. Ia terus berteriak-teriak. Di tengah kepanikan itu, mata EM tertuju pada sebuah golok yang tersimpan di dalam lemari.
Dalam kondisi terdesak begitu penjelasan polisi EM mengambil golok itu. Tak tanggung-tanggung, empat kali ia mengayunkan senjata tajam tersebut ke arah suaminya sendiri. Ayunan pertama gagal karena sarungnya masih melekat. Tapi serangan-serangan berikutnya menghunjam, mengenai kepala, tangan, dan kaki Andi. Luka-lukanya parah.
Dia terkapar tak berdaya. EM, yang mungkin shock dengan apa yang baru dilakukannya, tetap berada di lokasi. Korban akhirnya menghembuskan napas terakhir sekitar pukul sepuluh malam.
Baru keesokan harinya, Jumat siang, EM memutuskan untuk menyerahkan diri. Ia mendatangi Mapolresta Tangerang sekitar pukul sebelas dan mengakui perbuatannya.
Tim dari Satreskrim langsung bergerak. Mereka melakukan olah TKP di lokasi kejadian, mengumpulkan barang bukti, dan memeriksa sejumlah saksi. Sementara jenazah Andi dibawa ke RSUD Balaraja untuk autopsi. EM kini ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sebuah rumah tangga berakhir tragis, dipicu keinginan untuk memadu cinta.
Artikel Terkait
Mudik Lebaran dengan Mobil Pribadi: Rincian Biaya yang Perlu Diperhitungkan
Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas, Warga Diimbau Jauhi Radius Bahaya
Pemerintah Rilis Tarif Normal Tol Trans Jawa Sebelum Diskon Mudik 2026
Dokter Richard Lee Ditahan Usai Bolos Pemeriksaan Demi Live TikTok