Nah, begitu semuanya siap, jalur perlintasan resmi antara Indonesia dan Malaysia di Temajuk-Telok Melano akan dibuka kembali. Ini merujuk pada kesepakatan Border Crossing Agreement (BCA) yang telah disepakati kedua negara pada 2023.
“Dengan dibukanya kembali jalur Temajuk-Telok Melano, diharapkan mobilitas masyarakat perbatasan menjadi lebih tertib dan terkelola melalui jalur resmi,” terang Makhruzi.
Di sisi lain, fasilitas pelayanan di dalam PLB juga telah disiapkan untuk mendukung operasional instansi terkait. Mulai dari keimigrasian, kepabeanan, hingga kekarantinaan yang mencakup layanan kesehatan serta karantina untuk hewan dan tumbuhan.
Ke depan, BNPP RI akan memfasilitasi mobilisasi personel lintas instansi dan mengelola PLB Temajuk yang direncanakan sebagai PLBN tipologi D. Harapannya jelas: kehadiran pintu resmi ini bisa menghidupkan kembali aktivitas lintas batas sekaligus memperketat pengawasan di wilayah perbatasan.
Selain urusan PLB, dalam kunjungan itu Makhruzi juga mendorong Pemkab Sambas untuk menyiapkan lahan. Ada rencana pembangunan Universitas Pertahanan oleh Kementerian Pertahanan di wilayah Sambas. Kehadiran kampus itu diharapkan bisa memperkuat SDM dan mendukung pembangunan kawasan perbatasan.
Tak cuma itu, BNPP RI bersama Pemkab Sambas juga sedang menggagas sesuatu yang lebih besar. Mereka ingin mengusulkan Sambas sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Perbatasan dengan sektor andalan pariwisata. Usulan ini akan dipersiapkan melalui penyusunan regulasi dan dikoordinasikan dengan beberapa kementerian terkait. Sebuah langkah awal yang ambisius, tentunya.
Artikel Terkait
Buya Yahya Ajak Publik Doakan Presiden Prabowo di Bulan Ramadan
Polda Riau Pacu Proyek Sampah Jadi Listrik 3 MW di Pekanbaru
Mendagri Minta Pemda Alokasikan Anggaran untuk Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja
Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang Tewaskan Dua Orang