Ketua PPP Mardiono: Sikap RI Atas Konflik Global Harus Berakar pada Pembukaan UUD 1945

- Kamis, 05 Maret 2026 | 09:30 WIB
Ketua PPP Mardiono: Sikap RI Atas Konflik Global Harus Berakar pada Pembukaan UUD 1945

Kondisi semacam itu sangat mengkhawatirkan bagi negara berkembang macam Indonesia. Soalnya, stabilitas global itu penting banget buat menjaga pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan, dan tentu saja kesejahteraan masyarakat kita.

Dari sudut pandang HAM internasional, Mardiono juga angkat suara. Setiap aksi militer yang menimbulkan korban sipil dan menghancurkan fasilitas publik harus jadi perhatian serius dunia internasional. Hak untuk hidup dan rasa aman itu prinsip universal. Jangan sampai dikorbankan hanya untuk kepentingan politik sesaat.

“Kalau pelanggaran kemanusiaan ini dibiarkan terus, ya sistem internasional kita nanti enggak ada lagi kredibilitasnya. Habis itu perlindungan untuk manusia biasa,” jelasnya.

Lantas, apa yang bisa Indonesia lakukan? Mardiono melihat peluang. Di tengah eskalasi konflik global, Indonesia bisa ambil peran yang lebih konstruktif. Diplomasi harus jadi ujung tombak, sementara jalur komunikasi antarnegara harus tetap terbuka lebar.

Reputasi kita sebagai negara berpenduduk muslim terbesar, ditambah konsistensi menjalankan politik luar negeri bebas aktif, bisa jadi modal berharga. Modal untuk mendorong dialog yang lebih inklusif di panggung dunia.

“Polarisasi global sekarang ini tajam sekali. Nah, di situlah peran Indonesia sebagai jembatan komunikasi sangat dibutuhkan,” pungkas Mardiono menutup pembicaraan.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar