Namun begitu, ada juga kabar tentang upaya damai. New York Times melaporkan bahwa agen-agen Iran konon telah mengajukan tawaran untuk membahas syarat-syarat mengakhiri perang. Kabar ini, yang dikutip dari pejabat yang diberi pengarahan, menyebut upaya Iran menghubungi CIA. Tapi, laporan ini langsung dibantah keras oleh pemerintah Iran.
Pernyataan dari pejabat AS justru terdengar lebih garang. Presiden Donald Trump awal pekan ini memperkirakan operasi di Iran akan berlangsung empat hingga lima minggu. Sementara Menteri Perang Pete Hegseth pada hari Rabu dengan lugas mengatakan kepada para wartawan, "kita baru saja memulai."
Bagi pasar, dampak inflasi dari konflik ini adalah hal yang paling dikhawatirkan. Perang yang berlarut-larut bisa mengacaukan pasokan energi global, mendongkrak harga minyak dan gas. Harga minyak sendiri sudah melonjak tajam sepanjang pekan ini. Jika kenaikan ini berkepanjangan, inflasi global bisa terdorong, pertumbuhan ekonomi terhambat, dan memaksa bank sentral untuk bersikap lebih agresif.
Semangat Terpompa oleh Data Ekonomi
Kembali ke Wall Street, semangat investor benar-benar terpompa oleh data ekonomi yang solid di hari Rabu. Laporan ADP menunjukkan penggajian sektor swasta AS melonjak 63 ribu pada Februari. Ini adalah kinerja terbaik sejak Juli tahun lalu, dan jauh melampaui ekspektasi analis yang hanya 50 ribu.
“Dalam data ADP, sebagian besar pertumbuhan lapangan kerja datang dari sektor pendidikan & layanan kesehatan. Kenaikannya mencapai 58.000, yang tertinggi dalam setahun terakhir. Di luar sektor itu, sebenarnya ADP stagnan selama 6-7 bulan terakhir,” tulis Renaissance Macro Research di platform X.
Data positif lainnya datang dari indeks ISM untuk sektor jasa. Indikator utama pertumbuhan jasa AS pada Februari itu melonjak ke level tertinggi dalam tiga setengah tahun, didorong oleh permintaan yang meningkat dan kondisi yang stabil.
Laporan Beige Book The Fed juga menunjukkan aktivitas ekonomi meningkat, meski dengan kecepatan yang bervariasi, di tujuh dari dua belas distrik Fed.
Kini, perhatian beralih ke data tenaga kerja selanjutnya. Data pemutusan hubungan kerja Challenger untuk Februar dan klaim pengangguran mingguan akan dirilis Kamis. Puncaknya adalah laporan penggajian non-pertarian yang komprehensif pada hari Jumat.
Laporan Jumat itulah yang paling ditunggu. Hasilnya akan memberikan petunjuk paling jelas dan kemungkinan besar mempengaruhi ekspektasi suku bunga Fed dalam beberapa bulan ke depan.
Dengan bayang-bayang inflasi dari sektor energi, para pedagang kini mengurangi taruhan bahwa The Fed akan memotong suku bunga dalam waktu dekat. Berdasarkan alat CME FedWatch, pasar memprediksi suku bunga akan bertahan di level saat ini setidaknya hingga bulan Juli nanti.
Artikel Terkait
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncaknya Agustus
Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Warga Diimbau Waspada Lahar Dingin
RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Didesak Segera Disahkan, Kontribusi Remitansi Capai Rp 253 Triliun
Menko Polkam Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla Nasional 2026 di Riau