Pemerintah dan Tokoh Bali Sepakati Takbiran 2026 Tanpa Pengeras Suara Saat Nyepi

- Kamis, 05 Maret 2026 | 00:30 WIB
Pemerintah dan Tokoh Bali Sepakati Takbiran 2026 Tanpa Pengeras Suara Saat Nyepi

Intinya, kekhusyukan Nyepi harus tetap terjaga. Di sisi lain, hak umat Islam untuk bertakbir juga diakomodasi. Ini semua demi keharmonisan. Bayangkan saja, Nyepi adalah hari yang sakral penuh keheningan tidak boleh ada kebisingan atau kendaraan keluar-masuk.

Nah, masalahnya muncul karena pada malam yang sama, umat Islam justru merayakan malam kemenangan dengan takbiran. Situasi yang rentan gesekan ini akhirnya dicarikan solusi. Kementerian Agama turun tangan, berkoordinasi intens untuk mencari titik temu.

"Beberapa tempat ya tanggal 19 (Maret) itu kan hari Nyepi. Hari Nyepi kita tahu tidak boleh ada suara berisik, tidak boleh ada kendaraan," ujar Nasaruddin menggambarkan dilema itu. "Padahal malamnya ada temen-temen kita takbir."

Jadi, itulah komprominya. Takbir boleh berkumandang, tapi hanya dari mulut ke mulut, tanpa alat bantu yang bisa mengganggu ketenangan Nyepi. Sebuah langkah kecil yang diharapkan bisa menjaga kerukunan yang sudah lama terjalin.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar