kata Kanit Reskrim Polsek Cugenang, Ipda Muslikan, Selasa (3/3).
Aksi brutal itu baru berhenti ketika adik korban dan beberapa warga berhasil melerai. Dalam kondisi babak belur dan sempoyongan, Minta akhirnya mengakui perbuatannya. Ya, ia mengambil dua labu siam itu.
Namun begitu, dampaknya sudah terlanjur parah. Kondisi Minta yang sudah sepuh dan mengalami trauma hebat membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit. Perjuangannya bertahan hidup berlangsung selama dua hari penuh. Sayangnya, nasib berkata lain. Korban akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit Cianjur.
Kabar meninggalnya Minta langsung direspons cepat oleh polisi. Ujang, sang tetangga pelaku, pun berhasil diringkus tak lama kemudian. Kini, kasus yang berawal dari persoalan sepele ini telah berubah menjadi perkara serius, meninggalkan duka dan pertanyaan panjang tentang harga nyawa.
Artikel Terkait
BMKG Wamena Imbau Warga Papua Pegunungan Waspada Cuaca Ekstrem hingga 2026
Presiden Iran Sampaikan Pesan Damai ke Negara Tetangga, Tegaskan Balasan Hanya Terpaksa
Polres Ponorogo Pantau Stok dan Harga Pasar Sambut Ramadan
Pemprov Sultra dan Mitra Gelar Ramadhan Sultra Fest untuk Dongkrak UMKM Lokal