Suasana konferensi pers usai laga panas Persebaya kontra Persib di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin malam, terasa cukup singkat dan tegang. Bojan Hodak, sang pelatih Persib, tampak memilih untuk sangat berhati-hati dengan kata-kata. Dia hampir tak mau mengulas jalannya pertandingan yang berakhir imbang 2-2 itu.
"Saya respek pada media, pada semua yang ada di sini," ujar Hodak, membuka pernyataannya. Namun nada bicaranya segera berubah.
"Tapi soal wasit, saya enggak bisa bicara. Makanya, saya juga enggak bisa komentar tentang pertandingan ini," lanjutnya, dengan nada yang jelas ingin mengakhiri pembahasan.
Karena sikapnya itu, Hodak pun mengaku tak bisa membedah taktik atau memberikan analisis apa pun. Hal yang cukup jarang terjadi di ruang konferensi pers pascalaga.
Yang menarik, saat sudah meninggalkan ruangan, pelatih asal Kroasia itu kembali masuk. Dia lalu memberikan gestur permintaan maaf kepada para jurnalis yang masih setia menunggu. Tapi, sikapnya tetap teguh.
"Cukup. Itu saja. Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan. Kami tidak membicarakan tentang wasit," tegasnya sebelum benar-benar pergi.
Di atas lapangan, laga pekan ke-24 BRI Liga 1 2025/2026 itu memang berjalan sengit. Persebaya membuka keunggulan lewat Bruno Moreira di menit ke-44, sebelum Persib membalas dua kali melalui Luciano Guaycochea (menit 51) dan Andrew Jung (menit 73). Namun, Francisco Rivera menyelamatkan satu poin untuk tim tuan rumah dengan gol penyeimbang di tujuh menit jelang bubaran.
Hasil seri ini sedikit mengubah peta klasemen. Persebaya mengumpulkan 39 poin dan bertengger di peringkat lima. Di sisi lain, Persib Bandung masih kokoh bercokol di puncak dengan 54 poin, meski harus puas dengan satu angka dari markas sang lawan.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Maluku Tenggara, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Kemenpora dan Kemendiktisaintek Sepakati Kerja Sama Perkuat Olahraga Kampus
Anggota DPR Desak Promosi Wisata Banyumas Dioptimalkan lewat Media Sosial
KNKT Targetkan Laporan Awal Kecelakaan Helikopter Sekadau dalam 30 Hari