Namun begitu, Rokhim menceritakan bahwa sebenarnya para pekerja sudah bersiap mengakhiri shift. Langit mendung memberi tanda. Mereka sudah mau turun.
Tapi cuaca buruk datang terlampau cepat. Angin kencang menerjang sebelum mereka sempat mencapai tempat aman.
Kata-kata terakhirnya itu menggambarkan betapa selamat atau tidaknya seseorang di situasi seperti ini bisa hanya terpaut hitungan detik. Sebuah rencana yang urung, diterpa angin yang datang tiba-tiba.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 5,0 dan 5,1 Guncang Maluku Barat Daya dan Laut Banda, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Trump Buka Kemungkinan Kirim Pasukan Darat ke Iran Jika Terpilih Kembali
Mentan Perketat Koordinasi BRMP untuk Pacu Kemandirian Pangan di Papua
Ayatollah Alireza Arafi Ditunjuk Masuk Dewan Kepemimpinan Sementara Iran