“Tantangan terbesar kita saat ini adalah aspek keberlanjutan dan keberanian untuk terus berkembang.”
Nah, program inkubasi inilah yang diharapkan bisa jadi solusi. Selama tiga bulan, peserta akan dapat pendampingan intensif. Fasilitasnya cukup komprehensif, mulai dari diagnosis kesehatan bisnis, kelas-kelas mentor soal manajemen, marketing, hingga penyusunan pitching deck untuk menarik investor. Bahkan, ada pelatihan eksklusif bersama praktisi dan tim dari Science Techno Park (STP) UI.
Di sisi lain, dukungan standardisasi dan sertifikasi seperti Halal, HAKI Merek, atau TKDN juga akan difasilitasi bagi yang membutuhkan. Nining menegaskan, upaya fasilitasi semacam ini memang diberikan Pemprov Jabar secara konsisten setiap tahunnya.
Bagi yang berminat, pendaftaran dibuka secara online mulai 26 Februari hingga 17 Maret 2026. Sebelumnya, program ini sudah diawali dengan gelar wicara daring pada Kamis (25/2) yang menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk CEO Maskit Yolla Miranda dan Direktur STP UI Chairul Hudaya. Acara itu sendiri diikuti oleh ratusan pelaku IKM se-Jabar, asosiasi, serta perwakilan dinas di tingkat kabupaten dan kota.
Jadi, ini tentang membangun kapasitas dari dalam. Tak cuma soal produk, tapi juga memperkuat pondasi manajerial dan keberanian bersaing. Harapannya, setelah tiga bulan inkubasi, langkah IKM Jabar ke depan bisa lebih mantap dan terukur.
Artikel Terkait
Dubes Iran Kecam Serangan AS-Israel Hancurkan Rumah Sakit dan Sekolah di Ramadan
Kejagung Geledah 20 Lokasi di Medan dan Riau untuk Usut Korupsi Limbah Sawit
Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman 20 Hari ke Depan Meski Selat Hormuz Ditutup
Anggota DPR Bantah Program Makan Bergizi Gerus Dana Infrastruktur Pendidikan