Keluhan mereka jelas: menu yang diberikan jauh dari kata layak. Ada paket yang isinya cuma tiga klengkeng, tiga kurma, sepotong roti, plus satu botol kecil jeli. Bagaimana bisa itu mencukupi?
Menanggapi gelombang protes ini, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut pihaknya sudah turun tangan. Mereka telah melakukan konsolidasi ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk perbaikan.
"Kami tidak ragu-ragu untuk menegur. Bahkan di bulan Ramadan ini ada kejadian di mana SPPG kami stop karena kualitas menunya yang jelek," tegas Dadan.
Ke depannya, setiap menu MBG akan dilengkapi dengan informasi harga dan angka kecukupan gizinya. Khusus untuk bulan Ramadan, menu yang disajikan diharapkan bisa memenuhi sekitar sepertiga dari kebutuhan gizi harian anak. Harapannya, program yang mulia ini benar-benar sampai ke penerima dengan kualitas yang terjaga.
Artikel Terkait
Dubes Iran Kecam Serangan AS-Israel Hancurkan Rumah Sakit dan Sekolah di Ramadan
Kejagung Geledah 20 Lokasi di Medan dan Riau untuk Usut Korupsi Limbah Sawit
Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman 20 Hari ke Depan Meski Selat Hormuz Ditutup
Anggota DPR Bantah Program Makan Bergizi Gerus Dana Infrastruktur Pendidikan