Di sisi lain, Olla juga punya inisiatif sendiri di hari pertama syuting. Untuk membangun chemistry, ia langsung menghampiri pemain yang berperan sebagai Walid dan mengusulkan sebuah adegan kebersamaan. Gayung bersambut, ide itu diterima dan langsung mereka eksekusi.
Tapi jangan dikira proses syutingnya mulus-mulus saja. Tantangannya cukup berat. Mereka harus berkutat di lokasi hutan yang dingin dan penuh nyamuk. Situasi seperti itu, menurut Olla, menuntut aktor untuk benar-benar menjaga mood agar performa tetap optimal.
“Kita harus benar-benar bangun mood. Kalau enggak, bisa berantakan. Apalagi dialognya panjang-panjang,” ungkapnya.
Masalah lain? Bahasa. Naskah yang menggunakan bahasa Malaysia membuatnya harus ekstra kerja keras. Olla mengaku sempat menerjemahkan ulang dialog-dialognya agar lebih paham makna dan konteksnya sebelum akhirnya dihafal.
“Awalnya diterjemahkan dulu, tapi kalau ada yang kurang pas aku ubah lagi. Justru itu bikin aku lebih mendalami peran,” pungkas mantan istri Aufar Hutapea itu.
Meski diwarnai berbagai rintangan, Olla merasa bersyukur karena semua berjalan lancar. Ia berharap, lewat peran di Walid ini, ia bisa memberikan warna baru dalam perjalanan karier aktingnya.
Artikel Terkait
Dubes Iran Kecam Serangan AS-Israel Hancurkan Rumah Sakit dan Sekolah di Ramadan
Kejagung Geledah 20 Lokasi di Medan dan Riau untuk Usut Korupsi Limbah Sawit
Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman 20 Hari ke Depan Meski Selat Hormuz Ditutup
Anggota DPR Bantah Program Makan Bergizi Gerus Dana Infrastruktur Pendidikan