Dalam paparannya, Nining tak menutupi soal tantangan yang masih membelit. Kesenjangan kapasitas, kualitas yang belum seragam, sumber daya terbatas, dan daya saing yang kerap kalah dengan produk impor adalah masalah klasik.
"Kami ingin IKM di Jabar tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas dan mampu mengakses pasar yang lebih luas," tegas Nining.
Ia melanjutkan, "Melalui kerja sama dengan STP UI, kami berharap IKM dapat terfasilitasi secara lebih terstruktur, baik dalam hal standardisasi, sertifikasi, hingga kesiapan ekspor." Pernyataan itu disampaikannya melalui keterangan tertulis pada Senin, 2 Maret 2026.
Menurutnya, upaya fasilitasi standarisasi ini memang sudah dilakukan secara konsisten setiap tahun. Namun begitu, program inkubasi 2026 ini dirancang untuk memberi sentuhan yang lebih mendalam. Fokusnya pada penguatan kapasitas manajerial agar lebih modern, termasuk lewat digitalisasi keuangan. Tak ketinggalan, pintu untuk menjajaki akses ke investor juga dibuka lebar.
Bagi yang tertarik, kesempatan masih terbuka. Pendaftaran dilakukan secara online mulai 26 Februari dan akan ditutup pada 17 Maret 2026. Sayangnya, tautan pendaftarannya tidak dapat ditampilkan di sini.
Artikel Terkait
Anggota DPR Bantah Program Makan Bergizi Gerus Dana Infrastruktur Pendidikan
Hillcon Masuk Papan Pemantauan Khusus Tahap II, Saham Anjlok 77% dalam Sebulan
Pemerintah Kalsel Pastikan Stok Pangan Aman hingga Lebaran Meski Harga Naik
Istri Pengusaha Ternama Tewas dalam Kecelakaan Moge di Kulon Progo