Lippo Cikarang (LPCK) Capai Target Penjualan Rp1,65 Triliun, Pendapatan Melonjak 133%

- Senin, 02 Maret 2026 | 20:45 WIB
Lippo Cikarang (LPCK) Capai Target Penjualan Rp1,65 Triliun, Pendapatan Melonjak 133%

Jakarta – PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) ternyata berhasil mencatatkan angka yang cukup impresif di penghujung tahun 2025. Gimana nggak, emiten properti ini berhasil membukukan pra-penjualan atau marketing sales senilai Rp1,65 triliun. Yang menarik, angka itu sudah mentok, alias mencapai 100 persen dari target yang mereka pasang untuk tahun buku tersebut.

Nah, kalau kita lihat pendapatannya, angkanya malah lebih menggoda. Sepanjang periode yang sama, LPCK mencatatkan pendapatan hingga Rp4,52 triliun. Itu artinya terjadi lonjakan fantastis, sekitar 133% jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Kenaikan ini, menurut laporan mereka, ditopang kuat oleh serah terima unit properti. Mulai dari rumah tapak, apartemen, sampai ruko dan penjualan lahan industri. Tapi jangan salah, kontribusi dari segmen non-properti lewat pengelolaan kawasan juga ada andilnya dalam mendongkrak kinerja.

Yang bikin mata terbelalak, pertumbuhan pendapatan dari segmen rumah tapak dan apartemen melesat 369% year-on-year. Wah, gila juga ya. Percepatan proses serah terima unit jadi kunci utamanya. Sementara itu, bisnis pengelolaan kotanya sendiri menyumbang pendapatan sebesar Rp474,5 miliar.

Lalu, bagaimana dengan profitabilitasnya? Perusahaan ini membukukan laba kotor sebesar Rp783 miliar, dengan margin di angka 17%. Sedangkan untuk EBITDA, tercatat Rp381,3 miliar dengan margin sekitar 8% dari total pendapatan. Cukup solid di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Dari Mana Asalnya?

Kalau ditelisik, realisasi marketing sales Rp1,65 triliun itu mayoritas disokong oleh permintaan produk residensial yang tetap tinggi. Rinciannya, rumah tapak menyumbang porsi terbesar, yaitu 58% dari total pra-penjualan. Posisi kedua ditempati unit komersial dengan kontribusi 38%, dan segmen lahan industri menyumbang sisa 4%-nya.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar