"Yang protes dan tidak puas pun di Iran," tegasnya, "tidak menganggap orang ini sebagai figur yang serius."
Sebelumnya, Reza Pahlavi sudah lebih dulu buka suara. Melalui akun X-nya, dia menyambut kabar kematian Khamenei dengan kata-kata yang keras dan penuh simbol.
Dia menyebut Khamenei sebagai "Zahhak yang haus darah di zaman kita", merujuk pada raja lalim dalam mitologi Persia. "Pembunuh puluhan ribu putra-putri Iran paling berani itu telah dihapus dari halaman sejarah," tulisnya.
Baginya, akhir dari sang pemimpin juga berarti akhir dari rezim. "Dengan kematiannya, Republik Islam secara efektif telah berakhir dan akan segera dibuang ke tong sampah sejarah."
Pernyataan yang ditunggu-tunggu sebagian pihak, tapi tampaknya masih dianggap sebagai suara dari jauh yang samar.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Usulkan Haul Tahunan untuk Ulama Betawi di Monas
Harga Emas Melonjak Tajam Imbas Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah
Gubernur Jateng Tinjau Gerakan Pangan Murah di Grobogan Jelang Lebaran 2026
Menko Pangan Tegaskan Impor Beras AS 1.000 Ton Hanya untuk Kebutuhan Khusus