Di tengah keheningan itu, ia sempat mendengar suara ibunya. Samar. Saat berusaha mendekat, pintu kamar ternyata tak bisa dibuka. Gagangnya sudah rusak.
Panik, ia berusaha minta tolong tetangga. Tapi siapa yang bangun di jam segitu? Sepi. Akhirnya, telepon pun dialihkan ke keluarga lain. Mereka yang datang kemudian membongkar jendela untuk masuk.
Pemandangan yang menyambut sungguh mengerikan. Sang ayah, EP (65), sudah tak bernyawa. Tubuhnya bersimbah darah. Sementara sang ibu, P (60), masih bergulat dengan luka-luka berat. Korban selamat langsung dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan intensif.
Dari pemeriksaan sementara, luka diduga berasal dari benda tumpul. "Luka-luka benda tumpul semua di kepala, di kepala belakang," jelas Iqbal.
Namun begitu, polisi masih menahan konfirmasi resmi. Mereka menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk memastikan penyebab dan kronologi persisnya. Penyidikan terus digenjot untuk mengungkap pelaku dan motif di balik insiden tragis ini.
Artikel Terkait
MK Hapus Frasa Tidak Langsung dalam Pasal 21 UU Tipikor untuk Cegah Pasal Karet
Dubes Iran di Jakarta Tolak Signifikansi Reza Pahlavi Usai Wafatnya Khamenei
BPJS Ketenagakerjaan Permudah Klaim Manfaat, Bisa Dilakukan Secara Online
Dua Pelaku Pencurian Motor di Tangsel Diringkus Warga Saat Berbuka Puasa