Abdulmalik Al-Houthi, dalam pidatonya pada Sabtu, menegaskan bahwa kelompoknya siap sepenuhnya. Mereka akan bergerak atas dasar solidaritas dengan Iran.
“Solidaritas dengan Republik Islam Iran dan rakyat Iran yang terkasih adalah kewajiban Islam dan moral bagi semua Muslim,” tegas Al-Houthi.
Dia menambahkan, langkah ini demi kepentingan dunia Islam, mengingat Iran sedang berperang melawan apa yang disebutnya “tirani Israel-Amerika yang biadab”.
Dalam kesempatan itu, dia juga menyerukan unjuk rasa massal di seluruh Yaman. Seruannya punya nada yang kuat: ini adalah bagian dari perjuangan melawan “tirani Amerika, Israel, dan Zionis”, sekaligus wujud dari solidaritas Islam, moral, dan etika. Suasana di wilayah itu kini makin tegang, menunggu langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
Gubernur Kaltim Batalkan Pengadaan Range Rover Rp 8,5 M, KPK Apresiasi
Kejagung Ajukan Banding, Sebut Vonis Korupsi Minyak 2018-2023 Terlalu Ringan
Menteri Pertahanan Israel Tandai Pemimpin Hizbullah sebagai Target Eliminasi
Luhut Kenang Keteladanan dan Loyalitas Try Sutrisno di Pemakaman Terakhir