Serangan itu tak dibiarkan begitu saja. Iran membalas.
Militer Israel (IDF) dengan cepat mengonfirmasi deteksi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah mereka. Sirene peringatan meraung di berbagai kota, termasuk Haifa. Warga diperintahkan untuk tidak berkumpul dan menghindari sekolah serta tempat kerja. Media Israel melaporkan penutupan wilayah udaranya untuk penerbangan sipil.
Hebohnya, serangan juga dilaporkan terjadi di tempat lain. Kantor berita Bahrain menyebut pusat layanan Armada ke-5 Angkatan Laut AS di sana "mengalami serangan rudal". Situasi makin panas.
Pidato Trump dan Ambisi Nuklir
Kembali ke Trump. Dalam pidato videonya, dia membenarkan serangan AS ke fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan sebuah operasi yang dijuluki "Midnight Hammer". Alasannya klasik: Iran tidak boleh punya senjata nuklir.
Trump menuduh Iran keras kepala. Menolak semua peluang damai, terus kembangkan rudal jarak jauh yang mengancam sekutu AS dan bahkan daratan Amerika. "Kami akan menghancurkan industri rudal Iran sampai ke tanah," tegasnya. Angkatan laut Iran pun, katanya, akan "dibinasakan".
Dia menyebut rezim Iran telah meneriakkan "Kematian bagi Amerika" selama 47 tahun. Meski mengakui operasi ini bisa memakan korban jiwa dari pihak AS, Trump bersikukuh bahwa inilah saatnya bagi rakyat Iran meraih kebebasan.
Suasana di lapangan masih mencekam. Laporan berkembang, korban jiwa mulai berjatuhan. Artikel ini akan diperbarui seiring dengan informasi yang masuk.
Artikel Terkait
Israel dan AS Lancarkan Serangan Rudal, Iran Diguncang Ledakan di Beberapa Kota
Netanyahu Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan, Iran Bantah
BGN Tutup 47 Dapur Makanan Gratis Ramadan karena Tak Penuhi Standar Mutu
Iran Balas Serangan Israel dengan Luncurkan Rudal, Sirene Peringatan Berbunyi