Tak cuma memberi motivasi, Sri Suparni juga menyerahkan santunan. Bantuan itu diberikan kepada seluruh santri plus tujuh belas tenaga pengajar yang terlibat. Para pengajarnya sendiri berasal dari beragam latar belakang, sebut saja PTIQ Jakarta, Daarul Qur'an, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sampai Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka.
Di sisi lain, Hetifah Sjaifudian punya pandangan sendiri. Anggota DPR itu menilai kegiatan semacam ini relevan banget dengan upaya membangun SDM unggul.
"Pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai spiritual harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas akademik," ungkap Hetifah.
Ia menambahkan, Pesantren Ramadan adalah ruang pembelajaran integratif. Tempat yang memadukan nilai agama, rasa kebangsaan, dan kecakapan bersosialisasi. Keterlibatan mahasiswa dari kampus Islam dan umum sebagai pengajar, menurutnya, adalah sinergi yang patut diapresiasi.
Festival Ramadan itu akhirnya ditutup dengan buka puasa bersama. Suasana hangat dan kekeluargaan jelas terasa. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan bisa jadi agenda tahunan. Sekaligus mengukuhkan peran Masjid Syajarotun Thoyyibah bukan cuma sebagai tempat ibadah, tapi juga jantung dakwah dan pemberdayaan umat di lingkungan partai.
Artikel Terkait
Israel dan AS Lancarkan Serangan Rudal, Iran Diguncang Ledakan di Beberapa Kota
Netanyahu Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan, Iran Bantah
BGN Tutup 47 Dapur Makanan Gratis Ramadan karena Tak Penuhi Standar Mutu
Iran Balas Serangan Israel dengan Luncurkan Rudal, Sirene Peringatan Berbunyi