Trump Akui Kemungkinan Korban Jiwa AS dalam Serangan Gabungan ke Iran

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 23:15 WIB
Trump Akui Kemungkinan Korban Jiwa AS dalam Serangan Gabungan ke Iran

Ledakan di Teluk, Trump Tegaskan Serangan ke Iran untuk "Masa Depan"

Gemuruh ledakan terdengar di seantero Teluk Arab Sabtu lalu. Dari Bahrain, Qatar, hingga Kuwait, laporan bermunculan tentang rentetan suara keras yang mengguncang wilayah yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat. Ini terjadi tak lama setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran.

Iran langsung merespons keras. Mereka menyebut serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan yang tak termaafkan. Militer Iran berjanji akan membalas, dan ancaman itu segera diwujudkan dengan serangan balasan yang menyasar sejumlah fasilitas AS di Timur Tengah. Situasi memanas dengan cepat.

Di tengah eskalasi ini, Presiden AS Donald Trump muncul dengan pernyataan video. Dalam video yang dibagikan di Truth Social itu, ia tak menampik bahwa serangan mereka akan menelan korban dari pihaknya sendiri.

Ucapnya dengan nada berat. Namun, Trump bersikukuh bahwa tindakan ini perlu dilakukan. Bukan untuk hari ini, katanya, melainkan untuk masa depan. "Ini adalah misi yang mulia," tegasnya.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar