Menurut Trump, target serangan besar-besaran itu adalah untuk melumpuhkan rudal Iran dan menghancurkan angkatan laut mereka. Ia dengan tegas menuduh rezim di Teheran punya niat untuk membunuh. Meski klaimnya menyebut pemerintahannya telah berupaya meminimalkan risiko, Trump terlihat siap menanggung konsekuensinya.
Serangan ini seolah jadi puncak dari peringatan berulang yang dilayangkan AS dan Israel. Mereka kerap menyatakan akan menyerang kembali jika Iran terus mengembangkan program rudal nuklir dan balistiknya. Kini, peringatan itu menjadi kenyataan.
Menariknya, dukungan untuk perubahan pemerintahan di Iran juga mengemuka. Baik Trump maupun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dalam pernyataan video terpisah, mengisyaratkan hal tersebut. Mereka mengklaim serangan gabungan itu berhasil menghilangkan ancaman yang selama ini ditimbulkan oleh rezim Iran.
Namun begitu, langit Teluk yang dipenuhi suara ledakan menjadi pengingat nyata: perang kata-kata telah berubah menjadi aksi militer. Dan korban jiwa, seperti diakui Trump sendiri, mungkin sudah tak terhindarkan.
Artikel Terkait
Prabowo: Kebersamaan Imlek dan Ramadan Cerminkan Kekuatan Indonesia
Dua Korban Bacokan Saat Sahur Keliling Picu Aksi Pembakaran Rumah di Gresik
Menteri Agama Ajak Umat Muslim Gembleng Akhlak di Bulan Ramadan
Serangan Rudal Iran Lukai Dua Warga Israel, 86 Lainnya Terluka Saat Berlindung