"Selain itu kegiatan ini juga menunjukkan sinergitas Forkopimda baik di tingkat pimpinan provinsi maupun kabupaten, dan ini sudah dilaksanakan di 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan," tambah Sandi.
Ia juga mengajak semua pihak untuk berperan aktif, alih-alih hanya mengeluh. "Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat, daripada kita banyak mengeluh atau mengkritisi yang tidak benar, marilah kita sama-sama ciptakan zero lubang di Sumatera Selatan," sambungnya.
Gubernur Sumsel, Herman Deru, turut menyampaikan apresiasi. Baginya, kolaborasi massal seperti ini patut diacungi jempol.
"Saya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dilakukan serentak di 17 kabupaten/kota, melibatkan pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.
Lalu, bagaimana caranya mencapai target zero sampah? Kuncinya ada pada perubahan perilaku masyarakat sejak dari sumber. Prinsip 3R Reduce, Reuse, Recycle dijadikan landasan. Tujuannya jelas: selain menjaga kebersihan dan kesehatan publik, juga mencegah dampak lanjutan seperti pencemaran atau banjir karena saluran tersumbat sampah.
Sementara untuk target zero lubang, ini soal keselamatan. Perhatian serius diberikan demi keamanan pengguna jalan dan kelancaran mobilitas, terlebih lagi jelang puncak arus mudik dan balik Lebaran nanti. Program BELIDA sengaja menyasar titik-titik yang mendukung Operasi Ketupat, agar perjalanan masyarakat bisa lebih aman dan nyaman. Jadi, manfaatnya benar-benar langsung terasa di lapangan.
Artikel Terkait
Terminal Gilimanuk Resmi Terapkan Sistem E-Retribusi
Menteri Agama: Indeks Kerukunan Umat Beragama Indonesia Capai Puncak Sejarah
Ekspor Ikan Segar Capai Rp85 Juta via PLBN Badau ke Malaysia
AHY Khawatir Konflik Israel-Iran Ganggu Stabilitas Global dan Penerbangan Sipil