BKKBN Jatim Evaluasi Program Bangga Kencana, Soroti Capaian Stunting dan Tantangan Perkawinan Anak

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 17:45 WIB
BKKBN Jatim Evaluasi Program Bangga Kencana, Soroti Capaian Stunting dan Tantangan Perkawinan Anak

Surabaya – Di sebuah ruang rapat yang ramai, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) Jawa Timur menggelar evaluasi. Agenda utamanya? Mengevaluasi Program Bangga Kencana untuk tahun 2025. Tema yang diusung adalah penguatan sinergi antara perwakilan provinsi dengan dinas-dinas KB di kabupaten dan kota se-Jawa Timur. Acara ini jelas bukan sekadar formalitas belaka, melainkan momentum krusial untuk mengukur capaian sekaligus merajut kembali kolaborasi yang ada.

Hadir dalam pertemuan itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jatim yang juga Plt. Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat, Dra. Maria Ernawati. Tak ketinggalan, Pj. Kepala Perwakilan Sukamto dan Sekretaris BKKBN Jatim, Ghana Renaldi Pasca Surya, beserta sejumlah pejabat lainnya. Mereka duduk bersama para Kepala Dinas KB dari 38 wilayah, dengan Prof. Dr. Lutfi Agus Salim memandu jalannya diskusi. Pertemuan ini juga punya makna khusus: menjadi momen purna bakti untuk Maria Ernawati setelah memimpin program tersebut.

Dalam sambutannya, Maria langsung menekankan tujuan pertemuan. Ia ingin ada evaluasi jujur dan perumusan langkah strategis ke depan. Menurutnya, berbagai target Bangga Kencana di Jawa Timur sudah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan.

Ia lalu memaparkan dua fokus utama yang terus digarap. Pertama, soal stabilitas demografi. Di Jatim, angka Total Fertility Rate (TFR) sudah mencapai 1,96, sebuah indikator yang dinilai sudah stabil. Fokus kedua adalah pembangunan keluarga berbasis siklus hidup, yang pendampingannya dilakukan mulai dari balita, remaja, sampai lansia. Semua ini, klaim Maria, telah memenuhi target.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar