Di sisi lain, Tomsi menyadari bahwa semua ini bergantung pada kualitas data. Karena itulah, ia secara khusus meminta dukungan penuh dari Badan Pusat Statistik.
“Tentunya, kalau untuk data ini, kami mohon dari Pak Waka BPS nantinya, yang tentunya banyak sekali untuk memberikan kontribusi terhadap data-data tersebut,” ungkapnya.
Ia menekankan, data yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan adalah pondasi utama. Tanpa itu, kebijakan yang diambil hanya akan jadi kerjaan yang asal-asalan.
Tak lupa, ia mengapresiasi kehadiran para peserta yang hadir. Suasana sore yang mendekati waktu berbuka puasa itu ia harap bisa dimanfaatkan untuk diskusi yang cair dan produktif.
“Sore hari ini, kita harapkan, sambil menunggu berbuka, ada hal-hal yang mungkin bisa kita sharing bersama,” katanya.
Rapat koordinasi itu sendiri dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci. Di antaranya Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Sekjen Kemensos Robben Rico, Irjen Kemendagri Sang Made Mahendra Jaya, serta Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kemendagri Muhamad Valiandra. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa isu yang dibicarakan memang memerlukan kolaborasi lintas kementerian yang solid.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Kerahkan 722 Personel Amankan Puncak Perayaan Imlek Nasional di Lapangan Banteng
Gubernur DKI Usulkan Haul Ulama Betawi di Monas Setiap Juni
Festival Imlek Nusantara Warna-warni Jakarta, Warga Ramai Saksikan Kirab Budaya
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan ASN di Wamena Usai Negosiasi