Menurut Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR dari PAN, perkembangan industri karbon nasional sudah 'on the right track'. Dia melihat langkah-langkah yang diambil saat ini berada di jalur yang tepat.
Pernyataan ini dia sampaikan usai menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas Komite Pengarah Ekonomi Karbon, Jumat lalu. Rapat yang digelar di Jakarta itu dipimpin langsung oleh Menko Pangan, Zulkifli Hasan.
"Pertemuan Komrah hari ini sangat penting," ujar Eddy dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).
"Yang sedang kita bangun bukan cuma mekanisme perdagangan karbon. Ini soal fondasi ekonomi karbon Indonesia yang akan menentukan arah dan daya saing nasional kita ke depan."
Eddy tampak cukup puas dengan progres yang ada. Dia secara khusus menyoroti peran Menko Pangan yang dinilainya langsung 'berlari kencang' menindaklanjuti Perpres 110 tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon.
"Kami sungguh mengapresiasi kepemimpinan Pak Menko," lanjutnya.
"Beliau langsung mengoordinasikan segenap kementerian dan lembaga, mengurai berbagai hambatan di dalam proses pembentukan sektor ekonomi karbon ini."
Namun begitu, tantangan nyata masih ada. Eddy mengakui, saat ini sudah banyak proyek karbon yang bersiap diluncurkan. Sayangnya, prosesnya masih harus menunggu. Mereka terhambat oleh pembentukan ekosistem perdagangan karbon yang masih dikoordinasikan.
Di sisi lain, persiapan teknis terus berjalan. Para pemangku kebijakan, seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan OJK, tengah mempersiapkan sistem pencatatannya. Sistem itu dikenal dengan nama Sistem Registrasi Unit Karbon atau SRUK.
Sebagai Doktor Ilmu Politik UI, Eddy melihat fase ini dari kacamata kebijakan publik dan investasi. Menurutnya, ini adalah fase kritis untuk menjaga momentum. Banyak proyek sudah memulai persiapan teknis, finansial, dan kelembagaan. Yang dibutuhkan sekarang adalah kepastian.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan ASN di Wamena Usai Negosiasi
Anggota DPR Peringatkan Dampak Serangan Israel ke Iran ke Stabilitas Global dan Ekonomi Indonesia
KBRI Tehran Pastikan 329 WNI di Iran Aman Usai Serangan Rudal
Kemdikti dan Komnas Perempuan Perkuat Kolaborasi untuk Kampus Bebas Kekerasan Seksual