Tak lama kemudian, konfirmasi datang dari pihak lain. Kementerian Pertahanan Israel secara terbuka mengumumkan bahwa mereka berada di balik serangan itu. Mereka menyebutnya sebagai "serangan pendahuluan" terhadap Iran.
"Negara Israel telah melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran,"
tegas pernyataan resmi mereka. Langkah ini diikuti dengan tindakan darurat di dalam negeri. Menteri Pertahanan Israel, Katz, langsung menetapkan status darurat khusus yang berlaku di seluruh negara. Sirene peringatan pun berbunyi di Yerusalem dan sejumlah wilayah, disertai peringatan tentang ancaman yang digambarkan "sangat serius".
Sebagai langkah pencegahan lebih lanjut, Israel juga menutup total wilayah udaranya untuk semua lalu lintas sipil. Langkah ini mempertegas keseriusan situasi pasca-serangan yang dilancarkan terhadap Iran. Di sisi lain, suasana di Teheran masih dalam pengawasan ketat, sementara dunia menunggu reaksi apa yang akan diberikan oleh Iran selanjutnya.
Artikel Terkait
Jay Idzes Jadi Andalan Sassuolo, Tampil Starter di 25 Laga Serie A
Kapolri Lakukan Perombakan Besar di Jajaran Kortas Tipikor Polri
Parade Imlek Nasional 2026 Dibuka dengan Tanda Kerukunan di Lapangan Banteng
Badan Gizi Nasional Tegaskan Kabar PPPK Tahap 3 Adalah Hoaks