Sebelumnya, Gubernur Rudy Mas'ud sendiri sudah angkat bicara soal anggaran yang mengundang sorotan ini. Ia beralasan pengadaan mobil itu sudah sesuai aturan dan bertujuan menjaga marwah provinsi Kaltim.
Rincian soal anggaran fantastis itu pertama kali dijelaskan oleh Sekda Kaltim, Sri Wahyuni. Menurutnya, rencana ini bukan dibuat sembarangan, melainkan hasil pertimbangan matang terkait kebutuhan dinas dan efektivitas kerja gubernur.
Alasannya, medan di Kaltim dikenal ekstrem. Wilayahnya luas, dengan kondisi geografis yang berat. Mobil dinas gubernur, kata Sri, harus mampu menjangkau pelosok-pelosok terpencil untuk memastikan kerja pemerintahan berjalan.
"Pak Gubernur berkomitmen untuk memantau langsung setiap permasalahan di pelosok. Contohnya saat kunjungan ke Bongan, beliau ingin melihat sendiri kondisi jalan yang dikeluhkan warga. Untuk mencapai titik-titik krusial dengan medan seberat itu, dibutuhkan kendaraan yang andal dan representatif," papar Sri Wahyuni.
Jadi, di satu sisi ada tuntutan efisiensi dan kesesuaian dengan aturan pusat. Di sisi lain, ada argumen kebutuhan operasional di lapangan yang memang tidak mudah. Perdebatan ini tampaknya masih akan berlanjut.
Artikel Terkait
Zelensky Bantah Klaim Rusia Soal Tawaran Senjata Nuklir dari Inggris dan Prancis
Taman Kota Cawang Diduga Jadi Lokasi Praktik Asusila, Akses Gelap Ditutup
Mudik Lebaran Dimulai Lebih Awal, Stasiun Gambir Ramai Pemudik
Una Klaim Lindi Hamil, Keluarga Virgoun Bantah dan Tuding Cari Perhatian