Unjuk rasa di depan Markas Besar Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, berakhir kondusif. Polda Metro Jaya memastikan pengamanan aksi itu dilakukan dengan pendekatan humanis, mengutamakan hak asasi manusia. Ribuan personel dikerahkan, tapi dengan tujuan yang jelas: menjaga ketertiban tanpa mengabaikan hak warga untuk berpendapat.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, sebanyak 3.992 personel disiagakan. Jumlah yang tidak sedikit. Tapi, kata Budi, ini penting untuk memastikan situasi tetap kondusif, apalagi di bulan Ramadan seperti sekarang. Aktivitas masyarakat sehari-hari harus tetap berjalan lancar, sementara hak konstitusional untuk berdemonstrasi juga dilindungi.
“Polisi berperan sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan,” tegas Budi Hermanto.
Dia melanjutkan, “Dalam pelaksanaan tugas, kami mengedepankan pelayanan, perlindungan, serta penegakan hukum secara humanis.”
Pernyataan itu disampaikannya di Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).
Di sisi lain, penempatan personel tidak dilakukan serampangan. Mereka disebar di titik-titik strategis, terutama di pusat keramaian dan jalur utama. Logikanya sederhana: agar unjuk rasa tidak memutus arus kehidupan warga lainnya. Hak menyampaikan pendapat dijamin, tapi jangan sampai mengganggu kepentingan umum yang lebih luas.
“Hak menyampaikan pendapat dilindungi undang-undang dan kami menjamin itu,” imbuh Budi.
Artikel Terkait
Kemensos Salurkan Bantuan Logistik dan Trauma Healing Pasca Gempa Flores Timur
Prabowo dan Putin Bahas Intensifikasi Dialog di Tengah Gejolak Global
Mantan Ajudan Gubernur Riau Gugat KPK Rp 11 Miliar
Kemensos dan Kemenkop Sinergi Ajak Penerima Bansos Bekerja di Koperasi