Thailand dan Kamboja pun saling tuduh. Bangkok menuding Phnom Penh melanggar gencatan, bahkan memasang ranjau darat baru di wilayah yang diperebutkan. Kamboja tentu saja membantah dengan tudingan serupa. Saling tembak masih sesekali terjadi, mengoyak kesepakatan gencatan yang sudah rentan.
Namun begitu, terkait insiden ranjau subuh itu, militer Thailand justru punya analisis yang menarik. Mereka menyebut hasil pemeriksaan awal menunjukkan ranjau tersebut terkubur dalam di tanah liat dan tertutup dedaunan. “Kondisi itu menunjukkan bahwa ranjau tersebut bukan ranjau yang baru dipasang,” begitu bunyi pernyataan mereka.
Artinya, ranjau itu mungkin adalah sisa perang dari masa lalu hantu yang belum berakhir. Sebuah pengingat pahit bahwa di tanah sengketa ini, bahaya bisa mengintai dari dalam bumi, menunggu korban berikutnya, kapan saja.
Artikel Terkait
Anggaran Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rp 8,5 M Dikritik PKS
Sinkhole Menganga di Kuningan, Jalan Penghubung Ciawigebang-Cihaur Lumpuh Total
Jokowi Peringatkan Pentingnya Kedaulatan AI dalam 5-15 Tahun ke Depan
Mulai 2026, Pendaftaran SKCK Bisa Dilakukan Secara Online