Thailand dan Kamboja pun saling tuduh. Bangkok menuding Phnom Penh melanggar gencatan, bahkan memasang ranjau darat baru di wilayah yang diperebutkan. Kamboja tentu saja membantah dengan tudingan serupa. Saling tembak masih sesekali terjadi, mengoyak kesepakatan gencatan yang sudah rentan.
Namun begitu, terkait insiden ranjau subuh itu, militer Thailand justru punya analisis yang menarik. Mereka menyebut hasil pemeriksaan awal menunjukkan ranjau tersebut terkubur dalam di tanah liat dan tertutup dedaunan. “Kondisi itu menunjukkan bahwa ranjau tersebut bukan ranjau yang baru dipasang,” begitu bunyi pernyataan mereka.
Artinya, ranjau itu mungkin adalah sisa perang dari masa lalu hantu yang belum berakhir. Sebuah pengingat pahit bahwa di tanah sengketa ini, bahaya bisa mengintai dari dalam bumi, menunggu korban berikutnya, kapan saja.
Artikel Terkait
Prabowo dan Putin Bahas Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia di Kremlin
Mantan Hakim Konstitusi Anwar Usman Pingsan di Acara Purnabaktinya
Konektivitas Jalan Nasional dan Tol Terjaga Saat Mudik 2026, Kesenjangan di Kawasan Timur Jadi Tantangan
Kecelakaan Maut di Jalan Bomang, Satu Pengendara Motor Tewas