Polisi Ungkap Motif Penolakan Cinta di Balik Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau

- Jumat, 27 Februari 2026 | 11:45 WIB
Polisi Ungkap Motif Penolakan Cinta di Balik Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau

Motif di balik pembacokan mahasiswi UIN Suska Riau, Faradilla Ayu Pramesti, akhirnya terungkap. Polisi menyebut, aksi keji yang dilakukan Raihan Mufazzar (21) itu berawal dari penolakan cinta. Pelaku tak terima perasaannya ditampik korban.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian, menjelaskan bahwa keduanya saling mengenal. "Pelaku ini dengan sengaja sudah punya niat mau menganiaya korban," ujarnya.

Dari rumahnya, Raihan berangkat dengan niat jelas. Ia menuju kampus tempat Faradilla berada. Saat bertemu, tanpa banyak bicara, pelaku langsung menyambarnya. Korban saat itu sedang menunggu waktu sidang akhirnya dimulai.

Yang mengerikan, niat pelaku disebut polisi bukan sekadar melukai. Ia dikabarkan berniat menghabisi nyawa Faradilla. Untungnya, korban bisa diselamatkan dengan cepat dan pelaku segera diamankan.

Soal motif, Anggi Rian membeberkan hasil pemeriksaan sementara di Mapolsek Bina Widya. Semuanya bermuara pada sakit hati karena cintanya tak berbalas.

"Motif sementara ini karena cinta ditolak ya," kata Anggi.

Ia menambahkan, "Jadi pelaku sengaja datang dari rumah mau menarget korban, makanya bawa kampak dan parang. Tapi baru kampak yang pelaku gunakan."

Kejadian mencekam ini terjadi Jumat pagi, sekitar pukul 08.30 WIB. Lokasinya di lantai dua Fakultas Syariat dan Ilmu Hukum. Faradilla, yang akrab disapa F, sedang mempersiapkan diri untuk sidang skripsinya. Suasana tegang yang biasa menyertai momen penting seorang mahasiswa itu tiba-tiba berubah jadi horor.

Tanpa peringatan, pria berinisial R itu muncul. Ia menghampiri Faradilla dan langsung mengayunkan kampak. Serangan itu begitu brutal, membabi buta, meninggalkan korban terbaring dengan luka parah dan bersimbah darah di tempat yang seharusnya menjadi saksi kelulusannya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar